Minggu, 18 September 2011

Tugas Bahasa indonesia membuat karangan

Karang Mengarang

Karang mengarang adalah menulis dan menyusun cerita. Bisa berupa sebuah buku, sebua sajak, dll.
Jenis Karangan :
·         Karangan Fiksi
Karangan Fiksi adalah karangan yang bersifat imajinatif.
Contoh: Novel, cerpen, dan roman.
·         Karangan Non Fiksi
Karangan Non Fiksi adalah karangan yang bersifat objektif atau sesuai dengan pernyataan.
Contoh: Biografi, Karya Ilmiah, berita, dll.
Bentuk karangan
Bentuk Karangan terdiri dari lims macsm yaitu :
1.      Eksposisi
Eksposisi adalah bentuk karangan yang isinya memaparkan atau ,menjelaskan.
            Contoh:
 Memasak Mie Goreng Instan Rebus
Cara memasak Mie Goreng Instan Rebus sangat lah mudah. Yang pertama sediakan satu bungkus kemasan mie goreng rebus instan, panci, dan air secukupnya. Untuk selanjutnya, nyalakan kompor dengan api sedang, gunakan panci dan air bersih secukupnya untuk memasak mie, tunggu sampai air mendidih. Setelah mendidih masukan Mie Goreng Rebus Instan ke dalam panci air yang mendidih dan tutup, tunggu 3 menit. Sambil menunggu, siapkan mangkuk atau piring, berikan bumbu instan yang telah disediakan dalam kemasan. Setelah 3 menit, kompor matikan, buka panci dan mie angkat lalu tiriskan. Tuangkan kedalam mangkuk dan Mie siap untuk disajikan.
2.      Argumentasi
Argumentasi adalah bentuk karangan yang isinya pembuktian dengan alasan atau pendapat meyakinkan.
Contoh:
Banjir karena kecerobohan kita
Banyak bencana yang melanda di seluruh daerah, teutama di daerah pemukiman padat. Seperti di Kampung Bojongasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, sering sekali terjadi banjir. Setelah diteliti ternyata masyarakat Bojongasih sering membuang sampah ke Sungai mereka, setelah sampah-sampah tersebut menumpuk dan menyumbat saluran air di sungai, akhirnya air sungaipun meluap ke daratan tempat mereka tinggal, dan merendam rumah-rumah mereka. sebelumnya mereka tidak menyadari bahwa menmbuang sampah ke sungai tidak akan menimbulkan bencana besar bagi mereka. Jadi, menurut penelitian Badan evakuasi bencana daerah Tasikmalaya bahwa bencana banjir itu terjadi karena ulah kecerobohan kita yang membuang sampah ke daerah sungai.
3.      Deskripsi
Deskripsi adalah bentuk karangan yang isinya menggambarkan dan menceritakan suatu objek atau peristiwa.
            Contoh:
Rumah Ku
Rumah ku yang bersih dan nyaman. Rumah ku terletak di kaki gunung sadakeling tepatnya di daerah cibatu-sukawening kabupaten garut. Di depan rumah ku terdapat pohon lengkeng yang bisa melindungi rumah dari sngatan cahaya matahari, halamannya bersih dan tampak luas. Di dalamnya terdapat berbagai ruangan yang dirancang sedemikian rupa agar nyaman dan membuat kita betah di rumah. Rumah ku berwarna cat orange dan pagar yang berwarna pink tua. Di sebelah kiri rumah ku yterdapat kebun kecil yang ditanami ubi, sedang di sebelah kanan rumah ku terdapat kolam kecil milik kakek dan nenek ku. Siapa yang ingin main ke rumah ku, silahkan saja.
4.      Persuasi
Persuasi adalah bentuk karangan yang berisi tentang himbauan atau ajakan untuk mempengaruhi pembaca.
            Contoh:
Ayo, membuang sampah pada tempatnya!
Banyaknya sampah yang beserakan dan bertebaran di mana-mana, sebenarnya itu bisa menimbulkan wabah penyakit. Contoh penyakit karena tumpukan sampah yang tidak teratur bisa membawa jentik-jentik nyamuk yang ada karena setelah turun hujan menggenangi sampah-sampah tersebut bisa menyebabkan DBD atau demam berdarah. Sedangkan sampah yang bertebaran bisa menimbulkan insfeksi pada saluran pernapasan dan menimbulkan bau tidak sedap. Untuk itu, Ayo kita membuang sampah pada tempatnya dengan baik dan benar.
5.      Narasi
Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu tokoh-tokoh, kejadian, dan latar ruang atau waktu.
            Contoh:
Ketakutan di malam Jum’at keliwon
Pada malam itu, tepatnya malam jum’at keliwon. Saya ditinggal orangtua saya ke Bandung, saya di rumah sendirian. Saya tenang-tenang saja, tetapi pas ada teman saya yang mengirim pesan seluler pada saya yang mengatakan, “Dre, jadwal besok, buat hari jum’at apa?”, saya baru menyadari bahwa malamm ini adalah malam jum’at, pas dilihat dikalender tenyata kliwon. Saya lalu cepat masuk ke kamar tidur dan cepat membalas pesan itu, lalu pergi tidur, tetapi sulit sekali pada malam itu buat saya memejamkan mata, karena takut ada hal-hal yang misterius seperti yang ada di film horror yang tadi sore saya lihat di televise. Saya berusaha memejamkan mata saya dan ketika semuanya sunyi, saya mendengar sesuatu dari arah dapur atau pintu belakang, seperti yang mengorek-ngorek kunci pintu dapur, dan kemudian sepertinya pintu itu terbuka, dan ada sesuatu yang berjalan kea rah kamar saya, dan perlahan membuka pintu kamar saya, dan ternyata itu adalah orangtua saya yang baru datang dari bandung. Sengaja membuka pintu dapur Karena takut saya terbangun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar